
Jakarta, 28 Oktober 2026 — SDN Jati 07 Pg menggelar upacara untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda pada Rabu, 28 Oktober 2026. Upacara dilaksanakan di halaman sekolah dan diikuti oleh siswa, guru, serta tenaga kependidikan.
Kepala SDN Jati 07 Pg, Bapak Hadi Ismail, S.Kom., M.Pd., bertindak sebagai pembina upacara. Seluruh peserta mengikuti rangkaian upacara dengan tertib dan khidmat. Para petugas upacara melaksanakan tugasnya dengan baik, sementara seluruh peserta berdiri dengan rapi di lapangan sekolah.
Peringatan Hari Sumpah Pemuda yang jatuh pada tanggal 28 Oktober merupakan momentum penting untuk mengenang semangat perjuangan para pemuda Indonesia dalam mempersatukan bangsa. Pada 28 Oktober 1928, para pemuda dari berbagai daerah, suku, dan latar belakang menyatukan tekad untuk bertumpah darah satu, berbangsa satu, dan menjunjung bahasa persatuan, yaitu Indonesia. Semangat persatuan tersebut menjadi bukti bahwa perbedaan bukanlah penghalang untuk mencapai tujuan bersama, melainkan kekuatan yang harus dijaga demi keutuhan bangsa.
Melalui tema “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia”, peringatan Sumpah Pemuda mengajak seluruh generasi muda untuk memahami kembali pentingnya rasa cinta tanah air, semangat pantang menyerah, dan kepedulian terhadap sesama. Sikap patriotik dapat diwujudkan melalui tindakan nyata, seperti menjaga persatuan, menghormati keberagaman, melestarikan budaya, menaati aturan, serta berkontribusi positif bagi lingkungan dan masyarakat. Cinta terhadap Indonesia tidak hanya diungkapkan melalui kata-kata, tetapi juga dibuktikan dengan perilaku yang mencerminkan tanggung jawab sebagai bagian dari bangsa.
Di tengah perkembangan zaman dan berbagai tantangan yang dihadapi, pemuda Indonesia juga dituntut untuk memiliki kegigihan dalam belajar, berkarya, dan mengembangkan potensi diri. Kegagalan bukanlah alasan untuk berhenti berusaha, melainkan kesempatan untuk belajar dan menjadi lebih baik. Dengan semangat yang kuat, kemauan untuk terus berkembang, serta keberanian menghadapi perubahan, generasi muda dapat menjadi bagian penting dalam mewujudkan Indonesia yang maju dan berdaya saing.
Selain itu, empati menjadi nilai yang tidak kalah penting dalam membangun bangsa yang harmonis. Pemuda perlu memiliki kepedulian terhadap keadaan di sekitarnya, menghargai perbedaan pendapat, membantu mereka yang membutuhkan, serta menghindari tindakan yang dapat menyakiti atau merendahkan orang lain. Di tengah keberagaman masyarakat Indonesia, sikap saling memahami dan menghormati merupakan kunci untuk menjaga persatuan dan memperkuat rasa kebangsaan.
Peringatan Sumpah Pemuda melalui upacara bendera hendaknya tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi kesempatan untuk menumbuhkan kesadaran akan tanggung jawab generasi muda terhadap masa depan bangsa. Setiap peserta upacara diharapkan dapat memaknai nilai-nilai perjuangan para pemuda terdahulu dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga, sekolah, tempat kerja, maupun masyarakat.
Semangat Sumpah Pemuda harus terus hidup dalam setiap langkah generasi muda Indonesia. Dengan menanamkan sikap patriotik, gigih dalam menghadapi tantangan, dan berempati terhadap sesama, pemuda dapat menjadi penggerak perubahan yang membawa manfaat bagi bangsa dan negara. Masa depan Indonesia berada di tangan generasi yang tidak hanya memiliki cita-cita, tetapi juga kemauan untuk berjuang, bekerja sama, dan berkontribusi nyata.
Patriotik dalam mencintai tanah air, gigih dalam memperjuangkan cita-cita, dan berempati dalam membangun kebersamaan. Mari jadikan semangat Sumpah Pemuda sebagai inspirasi untuk terus bersatu, berkarya, dan mengabdi demi Indonesia yang lebih baik. Pemuda bergerak, Indonesia maju!


